Tanggal 12 Mei tahun lalu jadi hari paling gila dalam hidupku. Pagi-pagi jam 7 bos kirim email: “Presentasi ke klien besar besok pagi jam 9, harus perfect, revisi total slide malam ini ya.” Oke, tekanan tinggi. Tapi malam itu juga jadwal aqiqah anak kedua – sudah diundang 70 orang, sudah WA semua tetangga dan saudara. Aku panik berat. Kalau masak sendiri? Mustahil. Kalau pesen catering dadakan? Takutnya telat atau gak sesuai ekspektasi. Tapi aku ingat pernah simpan nomor satu catering aqiqah langganan temen. Dengan tangan gemetar aku WA jam 10 malam: “Mas, 3 hari lagi bisa emergency 70 porsi gak? Deadline kantor lagi gila nih…”
Responnya datang dalam 5 menit: “Bisa, Mbak. Menu apa? Kami siapkan hari ini juga.” Aku langsung napas lega. Dan itulah awal dari hari yang seharusnya bencana, tapi malah jadi hari yang mulus dan berkesan.
Pagi harinya aku fokus full di kantor. Revisi slide sampai subuh, presentasi jam 9, alhamdulillah klien puas, bos kasih jempol, bahkan dapet bonus kecil. Pulang kantor jam 4 sore, rumah sudah rapi. Paket catering sudah datang jam 3, box-box ditata di meja saji, wangi semerbak, semua siap. Aku sempet mandi, ganti baju, dandan ringan, terus sambut tamu dengan senyum lebar – bukan senyum dipaksain karena capek masak.
Nah, kenapa catering ini bisa jadi penyelamat reputasiku di mata bos sekaligus keluarga? Ini keunggulan yang bikin beda:
Pertama, praktis tingkat dewa. Aku pesen 3 hari sebelumnya, mereka langsung gerak. Gak perlu aku ke pasar subuh, gak perlu cari tukang masak dadakan, gak perlu mikirin gas habis atau panci kurang. Tinggal kasih jumlah porsi, menu (sate, gulai, tongseng, sop, nasi box), dan alamat. Mereka urus semuanya. Buat orang yang deadline-nya numpuk, ini seperti punya asisten pribadi di dapur.
Kedua, halal tanpa kompromi. Ini yang paling aku takut kalau pesen sembarangan. Catering ini punya sertifikat halal MUI, proses penyembelihan sesuai sunnah, dan mereka transparan – kalau diminta, kirim bukti foto/video. Jadi aku bisa tenang sholat dhuha sambil nunggu tamu, tanpa mikir “ini beneran halal gak ya?”
Ketiga, higienis dan aman. Dapur mereka standar food safety, bahan fresh harian, kemasan vakum, box anti tumpah. Pas buka paket, daging masih hangat, empuk, gak ada bau aneh. Di masa orang-orang makin aware soal kesehatan, ini bikin tamu nyaman dan aku gak was-was kalau ada yang sakit perut besoknya.
Terakhir, antar langsung ke rumah. Ini poin krusial di Tangerang yang macetnya legendaris. Mereka antar tepat waktu (bahkan bisa request jam), bawa semua paket, taruh rapi di meja. Aku gak perlu jemput, gak perlu angkut-angkut, langsung bisa fokus sambut tamu, foto bareng anak, dengerin doa dari ustadz, dan nikmatin momen.
Malam itu, setelah tamu pulang, aku duduk di sofa sambil peluk anak sambil mikir: kalau gak pakai catering, aku mungkin absen presentasi (reputasi kantor jeblok), atau hadir tapi capek dan bete (keluarga kecewa). Tapi dengan ‘emergency plan’ ini, dua-duanya selamat. Bos senang, keluarga bahagia, aku juga tenang.
Jadi kesimpulannya: hidup sebagai pekerja kantoran sekaligus orang tua itu memang sering bentrok deadline dan acara keluarga. Tapi kalau punya “asuransi” seperti jasa catering aqiqah yang terpercaya, kamu bisa selamatkan reputasi di kantor sekaligus jaga kehangatan rumah.

