Aku Dulu Malu Pesan Catering Aqiqah… Ternyata Itu Bukan Malas, Tapi Cerdas Banget!




Seperti meminta bantuan tukang profesional untuk perbaikan atap bocor atau instalasi listrik yang rumit, kadang kita harus mengakui bahwa ada hal-hal yang lebih baik ditangani oleh ahlinya. Bukan karena kita gak bisa, tapi karena kalau dipaksain sendiri, hasilnya bisa setengah-setengah, capek jiwa raga, dan malah bikin stres. Aku pernah merasakan hal persis itu waktu aqiqah anak pertama.

Waktu itu aku nekat: “Aku kan ibu rumah tangga, masak buat 80 orang mah biasa aja.” Jadi aku bangun subuh, ke pasar, motong-motong, bumbu, goreng sate, aduk gulai, panasnya luar biasa. Anak rewel, suami sibuk kerja, aku sendirian di dapur. Pas tamu mulai datang, aku masih pakai celemek, rambut acak-acakan, tangan bau bawang, dan cuma bisa nyanyi dari dapur, “Bentar ya, lagi matengin sop!” Tamu pada baik sih, bilang “Wah hebat masak sendiri!” Tapi dalam hati aku cuma mikir: “Hebat apaan, aku bahkan belum sempat peluk anak, belum duduk bareng keluarga, belum nikmatin doa-doa yang dibacain.”

Malamnya aku capek banget sampai nangis pelan-pelan sambil cuci piring. Aku sadar: mengakui batas kemampuan itu bukan kelemahan, tapi justru kecerdasan. Kalau aku terus memaksakan diri, yang rugi bukan cuma aku, tapi juga anak, suami, dan momen sunnah aqiqah yang seharusnya penuh syukur malah jadi penuh lelah.

Sejak saat itu aku berubah. Aqiqah berikutnya (dan semua acara keluarga besar setelahnya) aku langsung pesan catering. Dan wow… bedanya seperti siang dan malam. Aku bisa jadi ibu yang tenang, istri yang rapi, dan tuan rumah yang hadir sepenuh hati. Ini beberapa alasan kenapa memesan catering aqiqah justru jadi pilihan cerdas buatku:

Pertama, praktisnya bikin hidup jauh lebih mudah. Gak perlu bangun subuh ke pasar, gak perlu cari tukang sembelih dadakan, gak perlu mikirin “kompornya cukup gak ya”. Tinggal WA, bilang jumlah tamu, pilih menu (sate, gulai, tongseng, sop, nasi box), bayar DP kecil, sisanya hari H. Semua urusan dapur selesai di tangan mereka. Aku? Bisa mandi, dandan, peluk anak, sambut tamu dengan senyum tulus.

Kedua, halal terjamin tanpa drama. Ini yang paling aku prioritaskan. Catering ini punya sertifikat halal MUI, proses penyembelihan sesuai syariat, bahan traceable. Kalau aku minta bukti, mereka kirim foto atau video. Jadi aku bisa fokus ke niat dan doa, bukan was-was “ini beneran halal gak ya?”.

Ketiga, higienis level tinggi. Dapur mereka standar food safety, pakai bahan fresh harian, kemasan vakum biar gak bau, box anti tumpah. Pas buka paket, daging masih hangat, empuk, wangi – gak ada cerita basi atau kurang matang. Di zaman orang makin perhatiin kesehatan, ini bikin tamu nyaman dan aku tenang.

Keempat, bisa antar langsung ke rumah. Di Tangerang yang macetnya juara, mereka tetap tepat waktu. Datang, taruh di meja saji, beres. Aku tinggal atur sedikit hiasan kalau mau, lalu langsung bisa duduk bareng keluarga, dengerin doa ustadz, foto bareng anak. Gak ada lagi cerita aku ketinggalan momen karena masih sibuk di dapur.

Dari pengalaman itu aku belajar satu hal besar: mengakui batas kemampuan bukan tanda gagal jadi ibu/orang tua super. Justru itu tanda kita pintar mengelola energi dan waktu supaya bisa memberikan yang terbaik buat orang yang kita sayang. Sunnah aqiqah tetep terlaksana dengan indah, anak dapat berkah, keluarga bahagia, dan aku? Gak burnout.

Jadi kalau kamu lagi planning aqiqah atau acara keluarga lain, tapi merasa “aku harus masak sendiri biar terasa personal”, ingat ya: personal itu bukan dari siapa yang masak, tapi dari siapa yang hadir sepenuh hati di momen itu.

Kamu di Tangerang dan butuh jasa catering aqiqah yang praktis, halal, higienis, serta antar langsung ke rumah? Langsung hubungi tim kami di WhatsApp 0812-9824-6900. Kami siap bantu konsultasi paket sesuai kebutuhan dan budget. Yuk pilih kecerdasan, bukan memaksakan diri. Acara berkah, hati tenang – itu yang paling berharga! 🐐💙.



Hubungi Kami untuk Info Selengkapnya