Kalimat itu masih terngiang di kepala saya hingga hari ini. Sebagai penyedia jasa catering pernikahan, saya sudah melihat berbagai macam tamu, berbagai karakter, berbagai momen yang pecah jadi tawa ataupun air mata. Tapi hari itu… berbeda.
Semua berawal ketika calon pengantin, Rani dan Fadil, menghampiri saya saat food testing. Mereka terlihat antusias, namun ada satu permintaan yang membuat saya berhenti sejenak.
“Mas… nanti di hari-H ada tamu istimewa. Beliau tunanetra. Beliau itu orang yang sangat kami hormati. Kami ingin beliau menikmati makanan, bukan sekadar memakannya,” kata Rani pelan, tapi tegas.
Saya langsung merasakan tanggung jawab yang lebih besar dari biasanya. Bukan sekadar memastikan makanan enak dan tampil cantik… tapi memastikan bahwa makanan itu bermakna.
Menu Experience untuk Indra Perasa
Di dunia catering, orang sering menilai dari tampilan. Apakah warnanya menarik? Apakah plating-nya elegan? Tapi hari itu, saya belajar bahwa makanan ternyata bisa berkomunikasi bahkan tanpa dilihat.
Saya dan tim merancang menu experience khusus—bukan yang rumit, tapi yang kaya sensasi.
Kami buatkan:
-
Rendang empuk dengan aroma rempah kuat, agar setiap gigitan terasa “dalam”.
-
Sup jagung hangat yang teksturnya lembut dan mudah dibedakan.
-
Ayam panggang madu dengan lapisan karamelnya yang renyah di luar, juicy di dalam.
-
Dessert klepon mini dengan ledakan gula merah sebagai “surprise”.
Saya jelaskan ke Rani,
“Beliau mungkin tidak bisa melihat dekorasi, tapi melalui tekstur, aroma, dan rasa… beliau bisa ‘melihat’ cinta yang kalian siapkan.”
Rani menangis. Fadil terdiam lama, lalu tersenyum sangat perlahan.
Momen itu… saya simpan baik-baik.
Hari-H: Tamu Istimewa Itu Datang
Ketika acara dimulai, suasana penuh haru. Musik mengalun pelan, tamu berdatangan dengan pakaian terbaik mereka. Tapi perhatian saya tertuju pada satu orang: pria paruh baya yang berjalan dengan tongkat, dipandu oleh keluarga.
Dialah tamu istimewa itu.
Saya mendekat untuk memastikan makanan experience tersaji sesuai harapan.
Ketika beliau mencoba rendang pertama kali, saya melihat wajahnya berubah pelan. Seolah rasa itu membuka halaman baru di memorinya.
“Ini… seperti masakan ibuku dulu,” katanya dengan suara lirih.
Keluarga yang mendampinginya langsung berkaca-kaca.
Dan di momen itulah, saya sadar bahwa pekerjaan kami bukan sekadar “menyajikan makanan”, tapi menghadirkan rasa yang menghubungkan hati.
Catering Bukan Soal Masak—Tapi Soal Menghadirkan Kenangan
Banyak orang berpikir catering hanyalah urusan masak dan kirim. Tapi kisah-kisah seperti inilah yang mengingatkan saya mengapa kami bisa bertahan selama bertahun-tahun melayani catering pernikahan di Tangerang.
Dan mungkin ini juga alasan kenapa banyak pasangan mempercayakan hari istimewa mereka kepada kami:
✔ Berpengalaman Bertahun-Tahun
Kami sudah melewati ratusan pernikahan, dari yang sederhana sampai megah. Termasuk pernikahan dengan kebutuhan khusus seperti ini.
✔ Menu Enak Dibuktikan Banyak Testimoni
Rasa bukan soal klaim. Rasa adalah soal bukti. Dan puluhan review pelanggan menjadi saksi bahwa masakan kami memang “ngangenin”.
✔ Bebas Ongkir Wilayah Tangerang
Kami tahu biaya pernikahan itu tidak kecil. Karena itu kami meringankan dari sisi pengiriman.
✔ Harga Terjangkau & Fleksibel
Bisa menyesuaikan budget tanpa menurunkan kualitas.
✔ Tim Profesional & Sigap
Termasuk saat harus menyiapkan menu experience khusus seperti cerita kali ini.
Akhir Cerita: Suara yang Menggetarkan Hati
Sebelum pulang, tamu istimewa itu berkata pada saya:
“Terima kasih. Hari ini saya tidak melihat… tapi saya merasakan. Dan itu lebih dari cukup.”
Kalimat itu membuat saya menunduk, menahan haru.
Kadang, apresiasi bukan berupa tepuk tangan… tapi kalimat sederhana yang lahir dari hati.
Ingin Pernikahan Anda Punya Cerita Indah Juga?
Kalau Anda ingin catering prasmanan pernikahan yang bukan hanya enak, tetapi juga bermakna, Anda sudah menemukan tempat yang tepat.
Hubungi kami di: 081298246900

